Punya Penghasilan di Atas UMR Lebih Menjamin Pengajuan KPR

Punya Penghasilan di Atas UMR Lebih Menjamin Pengajuan KPR

Sudah jadi cara umum yang dilakukan orang untuk memiliki rumah dengan cara pengajuan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR. Mengumpulkan dana sebanyak ratusan juta bukanlah perkara mudah. Kalaupun bisa, hanya sedikit orang yang bisa menuhinya dalam waktu singkat. Padahal rumah merupakan kebutuhan pokok yang harus segera dipenuhi.

Selain itu harga rumah juga mengikuti inflasi. Jadi, tiap tahun pasti naik. Dan kenaikannya lebih besar dari kenaikan rata-rata UMR, yaitu 10% per tahun. Tentunya tidak mau kan? Sudah susah payah mengumpulkan dana, tapi malah kurang.

Begitupun dengan usia maksimal seseorang dalam mengajukan KPR. Kebanyakan Bank akan enggan meloloskan KPR ketika yang mengajukan berusia lebih dari 40 tahun. Logisnya, bagaimana mungkin nasabah yang berusia 42 tahun melunasi KPR dengan tenor 30 tahun jika pada umur 65 tahun, ia sudah pensiun? Karena itu dalam usia 20-an, segeralah ambil KPR.

Selain usia, ada faktor lain yang juga sangat menentukan pengajuan KPR kita, yaitu penghasilan kita per bulannya. Kenapa bisa demikian? Katakanlah rumah yang ingin dimiliki berada di kawasan metropolitan seperti Jabodetabek. Kita ambil contoh harga termurah yaitu sekitar Rp480 juta dengan tipe 38/72. Bank akan memberikan plafon kredit sekitar Rp384 juta atas KPR yang diajukan dengan tenor 25 tahun. Maka tiap bulannya, KPR yang harus dibayar sebesar Rp3.192.100. Jika penghasilan Anda tidak melebihi UMR Jabodetabek sekarang yaitu Rp3.350.000, maka Anda akan kesulitan untuk mengajukan KPR. Kecuali Anda sudah menikah dan menggabungkan penghasilan Anda berdua sehingga di atas UMR. Mengambil rumah subsidi bisa juga dijadikan solusi untuk memecahkan persoalan penghasilan ini.

#tabunganmasadepan

By | 2017-08-04T07:22:24+00:00 July 24th, 2017|article|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment