Beberapa Contoh Penghasilan Pasif Yang Bisa Anda Tiru

Beberapa Contoh Penghasilan Pasif Yang Bisa Anda Tiru

Kebanyakan orang masih menganggap bahwa penghasilan pasif merupakan penghasilan yang didapatkan tanpa usaha atau kerja sama sekali. Anda memang tidak perlu melakukan pekerjaan rutin layaknya bekerja pada umumnya, hanya saja untuk memperoleh dan mempertahankan sumber penghasilan pasif, Anda harus mau menanam modal, menciptakan sesuatu, dan, melakukan pengawasan.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan penghasilan pasif. Namun cara apapun yang Anda pilih, Anda harus ingat bahwa walaupun mendapatkan penghasilan pasif terdengar menggiurkan, kredibilitas lembaga keuangan atau orang yang diajak bekerjasama sangatlah penting.

Menyewakan Properti Berupa Bangunan

Menyewakan properti, terutama rumah atau bangunan untuk tempat tinggal atau bisnis, merupakan cara yang efektif untuk mendapatkan penghasilan pasif. Terutama, jika properti Anda terletak di area pusat kota atau dekat dengan pusat bisnis. Dengan cara ini, Anda akan mendapatkan penghasilan setiap bulan atau tahun sesuai dengan kesepakatan.

Adapun bangunan yang disewakan dapat berupa untuk kantor, apartemen, kos-kosan, rumah sewa, atau toko. Dengan adanya mobilisasi dan pertumbuhan angka penduduk, maka fasilitas-fasilitas ini makin banyak dibutuhkan. Baik mereka yang sudah berkeleuarga ataupun belum, biasanya akan memilih untuk menyewa tempat tinggal sebelum membeli rumah atau apartemen sendiri.

Invetasi Deposito

Deposito adalah instrumen keuangan yang cocok bagi semua usia yang ingin berinvestasi di produk keuangan dengan risiko rendah dan memiliki beragam keuntungan seperti progam deposito berhadiah.

Anda menyimpan uang, kemudian uang yang di investasikan hanya boleh diambil kembali sesuai batas waktu yang disepakati. Karena itu, catatan pertamanya adalah Anda tidak akan membutuhkan uang yang di depositokan dalam waktu dekat. Misalnya untuk membayar uang muka rumah atau membeli mobil.

Ada dua faktor yang patut dipertimbangkan ketika memilih apakah deposito tersebut tepat buat Anda, yaitu jangka waktu dan tingkat suku bunga.  Anda harus tahu kapan Anda membutuhkan dana tabungan tersebut? apakah Anda memiliki dana lain yang dapat Anda gunakan dalam waktu dekat ? Karena itu, apabila Anda tidak berencana menggunakan dana tersebut dalam jangka waktu 6 bulan kedepan, maka Deposito adalah pilihan yang tepat bagi Anda.

Selain itu anda perlu memperkiraan tingkat suku bunga dalam beberapa waktu kedepan juga harus menjadi bahan pertimbangan berapa lama Anda menanamkan dana dalam deposito.

Jika suku bunga Bank Indonesia meningkat, maka deposito jangka pendek akan lebih baik. Sebaliknya, bila tingkat suku bunga deposito cenderung turun, deposito jangka panjang lebih bagus. Alasannya, bunga deposito Anda terkunci di angka yang lebih tinggi.

By |2019-05-13T01:58:00+00:00May 13th, 2019|Categories: article|Tags: |0 Comments

About the Author:

Leave A Comment